Kelas Demokratis
Mei 8, 2008
Pada tahun 1916, Jhon Dewey, menulis sebuah buku ‘Democracy and Education‘. Dalam buku itu Dewey menggagas konsep pendidikan, bahwa kelas seharusnya merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium kehidupan nyata. Selaian itu Dewey menyatakan, keseluruhan kehidupan sekolah harus ditata atau diorganisasikan sebagai bentuk kecil atau miniatur kehidupan demokrasi. Seperti halnya Dewey, Thelen berargumantasi bahwa kelas hendaknya merupakan miniatur demokrasi yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial antar pribadi. Maka untuk menciptakan kelas yang demokrasi, tangung jawab guru sangat dibutuhkan.
Dewey menganjurkan dalam menciptakan lingkungan sosial yang dicirikan oleh lingkungan demokratis, guru harus memiliki tanggung jawab utama untuk memotivasi siswa dan memikirkan masalah sosial yang berlangsung dalam pembelajaran. Karena menurut keberhasilan individu atau kelompok dalam kelas demokratis, tergantung pada tingkat pengertian sosial, keterampilan dan kemapuan setiap orang untuk menciptakan suasana dimana perbedaan individu dapat dihargai dan tugas-tugas bersama dapat dikoordinasikan Untuk itu para siswa seyogyanya memperoleh kesempatan untuk berpartisifasi dalam pembangunan sistem sosial melalui pengelaman secara berangsur-angsur belajar bagaimana menerapkan metode yang berwawasan keilmuan dalam memperbaiki kehidupan masyarakat.
Menurut Dewey dan Thelan tingkah laku kooperatif merupakan dasar untuk membangun masyarakat kooperatif. Hal tersebut menjadi konsep untuk pengembangan pembelajaran kooperatif. Dengan menstrukturkan kelas dan aktivitas belajar siswa sedemikian rupa sehingga menunjukan hasil yang diinginkan.
Entry Filed under: Pendidikan. Tag: Belajar, Demokratis, Dewey, Kooperaktif, Pembelajaran.
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed