Beranda > Pendidikan > Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)

Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)

Sampai saat ini, pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh kelas yang berfokus pada guru sebagai utama pengetahuan, sehingga ceramah akan menjadi pilihan utama dalam menentukan strategi belajar. Sehingga sering mengabaikan pengetahuan awal siswa.Untuk itu diperlukan suatau pendekatan belajar yang memberdayakan siswa. Salah satu pendekatan yang memberdayakan siswa dalah pendekatan kontekstual (CTL).

CTL dikembangkan oleh The Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning, yang melibatkan 11 perguruan tinggi, 20 sekolah dan lembaga-lembaga  yang bergerak dalam dunai pendidikan di Amerika Serikat. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan kepada guru-guru dari enam propinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di Amerika Serikat, melalui Direktorat SLTP Depdiknas

Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education, 2001). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menhadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk meggapinya.

Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih berurusan dengan trategi daripada memberi informasi. Guru hanya megelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Proses belajar mengajar lebih diwarnai Student centered daripada teacher centered. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa . 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. 5) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya.

Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting, yaitu mengaitkan (relating), mengalami (experiencing), menerapkan (applying), bekerjasama (cooperating) dan mentransfer (transferring).

  1. Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian, mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru.
  2. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.
  3. Menerapkan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.
  4. Kerjasama. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar, tetapi konsisten dengan dunia nyata.
  5. Mentransfer. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan.

Menurut Blanchard, ciri-ciri kontekstual: 1) Menekankan pada pentingnya pemecahan masalah. 2) Kegiatan belajar dilakukan dalam  berbagai konteks 3) Kegiatan belajar dipantau dan diarahkan  agar siswa dapat belajar mandiri. 4) Mendorong siswa untuk belajar dengan temannya dalam kelompok atau secara mandiri. 5) Pelajaran menekankan pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda. 6) Menggunakan penilaian otentik

Menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Adapaun tujuh komponen tersebut sebagai berikut:

 

  1. Konstruktivisme (constructivism)

Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental mebangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuanyang dimilikinya.

 

  1. Menemukan (Inquiry)

Menemukan merupakan bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karen pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi (observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion). 

 

  1. Bertanya (Questioning)

Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2) menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, 8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

 

  1. Masyarakat Belajar (Learning Community)

Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperolah dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.

 

  1. Pemodelan (Modeling)

Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan ,elibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.

 

  1. Refleksi (Reflection)

Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.

  1. Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment)

Penialaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.

Lebih lengkapnya silahkan download disini Pendekatan CTL.doc
 

About these ads
  1. asuna17
    Mei 14, 2008 pukul 9:01 am

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/

    http://pendidikan.infogue.com/pendekatan_kontekstual_atau_contextual_teaching_and_learning_ctl_

  2. rohman saepudin
    Agustus 8, 2008 pukul 4:15 am

    saya ingin tahu kelebihan2 dan kelemahan dari metode CTL ini? mohon dijelaskan segera

    • Juni 2, 2010 pukul 2:16 pm

      Nji :
      pak punten mau tanya,,,
      kalo untuk soal yang menggunakan CTL untuk bahasan trigonometri dan statistika seperti apa yah?
      tolong di info ke e-mail saya..
      nuhun

      nita :

      desvi :
      salam saya penegen tau kelemahan dan kelebihan dari pendekatan CTL tolong kirimin dong??????????

  3. ruby
    November 4, 2008 pukul 3:54 am

    bpk saya mahasisa program akta4,sedang mencari artikel tentang kelemahan dan kelebihan ctl buat tugas kuliah, kalo bapak sudah menganalisis kirim ke email saya chibiwibowo@yahoo.com,,,,,,,makasih

  4. paramita
    November 20, 2008 pukul 4:25 am

    saya mahasiswi yg lagi nyusun skripsi tentang metode pengajaran bahasa inggris kepada anak-anak melalui neighborhood walk,yaitu pengajaran yang melibatkan lingkungan.jadi siswa tidak hanya belajar tentang bahasa tetapi juga lingkungannya.yang saya ingin tau,apakah metode seperti itu bisa digolongkan dalam CTL?
    mohon penjelasannya..dan teori apa yang mendasarinya.dan buku apa yang sebaiknya saya baca
    harap kirim balasan bap[ak ke email saya mitchunje@yahoo.com
    demikian trima kasih

  5. sita damay
    November 25, 2008 pukul 1:22 pm

    Hallu! saya skrg sdang proses mw pnelitian ttg pembelajaran CTL d SMP. TApi, dr bbagai bku n intrnet koq sya lom nmuin ya ttg kelebihan n kelemahannya?
    harap blez ya bapak ke email saya damayrosita@yahoo.com Trima ksih

  6. November 30, 2008 pukul 2:22 pm

    Thank’s atas infonya
    saya ingin tahu kelebihan dan kelemahan dari metode CTL ini? mohon penjelasan mudah2a dapat bemanfaat bagi saya yang awam

    http://www.sriudin@gmail.com

  7. Januari 11, 2009 pukul 7:20 am

    dear netter,
    kelebihan CTL itu dapat membawa dunia peserta didik sebagai media pembelajaran di kelas, dengan membawa mereka ke dunia pengajaran, peserta didik tanpa meras dipaksa dalam belajar, penerapan CTL seperti layaknya pendekatan Quantum learning,

    kelemahannya ;
    – ketidaksiapan peserta didik untuk berbaur
    – kondisi kelas atau sekolah yang tidak menunjang pembelajaran
    -

    • Juni 2, 2010 pukul 2:18 pm

      sudirman SMAN3 parepare :
      dear netter,
      kelebihan CTL itu dapat membawa dunia peserta didik sebagai media pembelajaran di kelas, dengan membawa mereka ke dunia pengajaran, peserta didik tanpa meras dipaksa dalam belajar, penerapan CTL seperti layaknya pendekatan Quantum learning,
      kelemahannya ;
      – ketidaksiapan peserta didik untuk berbaur
      – kondisi kelas atau sekolah yang tidak menunjang pembelajaran

  8. Nji
    Januari 27, 2009 pukul 1:32 pm

    pak punten mau tanya,,,
    kalo untuk soal yang menggunakan CTL untuk bahasan trigonometri dan statistika seperti apa yah?
    tolong di info ke e-mail saya..
    nuhun

  9. Nji
    Januari 27, 2009 pukul 1:33 pm

    emailnya..

    neng_nji@yahoo.com

  10. lia
    Februari 7, 2009 pukul 6:32 am

    Menurut anda apakah metode demonstrasi cocok diterapkan menggunakan pendekatan kontekstual ?

  11. iiiikah
    Februari 10, 2009 pukul 8:31 am

    bagaimana jika ctl yang diterapkan adalah berbasis masalah. kira-kira model pembelajarannya seperti apa… trimakasih jawabannya ditunggu di imail saya.

  12. iiiikah
    Februari 10, 2009 pukul 8:32 am
  13. layli
    Februari 17, 2009 pukul 1:12 pm

    Tlong berikan kelemahan dari CTL ini,krna saya sangat memerlukannya untuk bahan Makalah. Tolong kirim ke Email saya

  14. Navra
    Februari 17, 2009 pukul 2:48 pm

    Terima kasih,
    Dgn membaca ini,
    Saya lebih paham dan mengerti cara mengajar menggunakan ctl
    Sehingga dpt saya ajarkan dgn murid-murid saya.

  15. ETY Kuswandarini
    Maret 19, 2009 pukul 3:29 pm

    Dalam pembelajaran di kelas, kami sering menggunakan CTL. Apakah CTL termasuk PENDEKATAN/SRATEGI/METODE?
    Mohon dijawab.
    Terima Kasih

  16. sigit
    April 1, 2009 pukul 2:12 pm

    Makasih banyak atas infonya mengenai CTL. Keterangannya cukup lengkap dan menarik. Kalau boleh sekalian minta penjelasan tentang PBI dan Di ya!

  17. April 7, 2009 pukul 2:59 pm

    kapan pertama kali ctl di kenalkan dan siapa yang memperkenalkannya, siapa penggagas pertama konsep ctl tersebut. makasih. ditunggu jawabannya.

  18. April 7, 2009 pukul 3:06 pm

    tabik pun nanya cutik……..
    rencananya saya ingin menggarap skripsi dengan mengangkat tema tentang ctl saya ingin tahu kelebihan2 dan kelemahan dari metode CTL ini? mohon dijelaskan segera. serta mhon refrensi yang mesti saya baca……
    terim tas bantuannya…….
    salam anak lampung

  19. April 7, 2009 pukul 3:08 pm

    tabik pun nanya cutik……..
    rencananya saya ingin menggarap skripsi dengan mengangkat tema tentang ctl saya ingin tahu kelebihan2 dan kelemahan dari metode CTL ini? mohon dijelaskan segera. serta mhon refrensi yang mesti saya baca sebagai penunjang……
    terim tas bantuannya…….
    salam anak lampung

  20. Jasmmansyah, M.Pd
    April 18, 2009 pukul 3:57 am

    Thank atas infonya…

  21. Musry
    April 27, 2009 pukul 2:49 am

    Tulisan Bapak mengenai CTL saya ambil untuk disebarkan ke guru-guru di sekolah kami, dengan menyebut sumber. Terima kasih semoga tambah maju dan banyak pengunjung.

  22. April 29, 2009 pukul 3:07 am

    terimakasih artikelnya bagus, saya lebih paham tentang CTL sekarang…..

  23. srikandi
    Mei 2, 2009 pukul 3:18 am

    Sebelumnya sy ucapkan terima kasih dengan tulisan bapak ini sangat membantu teman-teman guru yang ada di Indonesia untuk lebih memahami CTL,

  24. Lia Yuliani
    Mei 20, 2009 pukul 3:32 am

    apa perbedaan antara pendekatan, metode dan teknik dalam strategi belajar mengajar

    • ravinguna
      Juni 16, 2009 pukul 11:33 am

      hai friends i na bantuan sesiapa tahu tentang kepentingan pembelajaran secara kontekstual dalam pengajaran dan pembelajaran dan 2 cth menunjukkan aplikasi pembelajaran secara kontekstual pls email utk i .
      10 q

      ravinguna@yahoo.com

  25. daman huri
    Mei 27, 2009 pukul 7:05 am

    tolong koleksikan buku tentang pengaruh pendekatan kontekstual terhadap prestasi belajar siswa

  26. daman huri
    Juni 2, 2009 pukul 5:23 am

    saya minta skripsi yang berjudul pengaruh pendekatan kontekstual terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi quran hadis, mohon dikirim langsung

  27. darmawan
    Juni 2, 2009 pukul 3:05 pm

    hmm. . saya mw tanya. . . kalau CTL itu kan siswa harus memiliki ke kritisan yang cukup tnggi untuk dapat belajar dngan baik, , untuk memancing aar siswa lebih kritis itu gmn. . .??
    faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya app saja ??
    trus bisa gag d kasih contoh untuk masig-masing dari 7 komponen CTL d atas??
    terimakasih
    tolong di jawab

  28. Juni 4, 2009 pukul 12:44 am

    sangat baik sekali tentang CTL ini

  29. Agung Kurniawan
    Juni 9, 2009 pukul 1:01 pm

    Mas, tolong daftar pustakanya laen kali dikasihkan ya, biar nggak nyari lagi literaturnya dalam bentuk buku. trims

  30. ai
    Juni 28, 2009 pukul 6:16 am

    Tulisannya menarik dan cukup baik

  31. lia
    Juli 1, 2009 pukul 6:35 am

    saya sedang menyusun tugas akhir …. mengenai pendekatan kontekstual … yang ingin saya tanyakan apakah anda tau kelebihan dan kekurangan pendekatan kontekstual … jika anda tau mohon anda kirim ke email saya lia_taz@yahoo.co.id .. trims sebelumnya..

  32. ufi
    Juli 22, 2009 pukul 1:09 pm

    saya sdg mnggarap skripsi tentang teaching simple past tense using by CTL. bisa minta tolong kasih info tentang judul sejenis? thanks

  33. ufi
    Juli 22, 2009 pukul 1:17 pm

    da tambahan ni beli, aq jg mo minta info tentang advantages and disadvantages CTL! tolong kirim ke email aq ya…ufimurtafiah@yahoo.com THANKS!

  34. Agustus 3, 2009 pukul 7:45 am

    kayaknya strategi pembelajaran pelatihan industri juga cocok niH…

  35. MARTOS
    Agustus 7, 2009 pukul 6:58 am

    tulisan anda sangat bagus, terima kasih atas informasinya.

  36. solma hartati
    September 3, 2009 pukul 4:29 am

    maaf, ada gak cara mengajar lain yang cocok buat materi matematika? kalo bisa metode yang terbaru.

  37. Diek Soerya
    November 27, 2009 pukul 10:28 am

    sya berharap bgt kpada semua pembaca, saya btuh keunggulan n kelemahan CTL ini.

  38. Desember 1, 2009 pukul 12:09 pm

    thanks ya atas infonya, saya bisa mengerti apa itu pendekatan CTL. sehingga saya dapat mengerjakan PTK.

  39. eva hasanah
    Desember 22, 2009 pukul 8:48 am

    ThanK’s bgt Atas Infonya B guna Bgt coZ gw lg bwt PtK tntang CTL.

  40. lin wi lin
    Januari 24, 2010 pukul 6:54 am

    xie2 ataz informasi nya

  41. yadi,sma"17" 1 Yogya
    Februari 1, 2010 pukul 2:57 pm

    As w w. Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning ),akan dilakukan dengan sungguh sungguh oleh bapak / ibu guru ,karena masuk pada instrumen supervisi pengawas,bahkan pakai skore lagi 4,3,2,1 ,he he he. Dimulai Feb 2010.
    Walaupun standar proses lahir 2006,para alumnus UNY dulu IKIP sudah sangat menguasai ctl sejak kuliah metodik didaktik,betul khan.Sugeng mucal kemawon.Pokoknya 8 standar dilaksanakan,kagem putro putro sa nusantoro.Wass w w.

  42. desvi
    Maret 11, 2010 pukul 5:34 am

    salam saya penegen tau kelemahan dan kelebihan dari pendekatan CTL tolong kirimin dong??????????

  43. nita
    Mei 20, 2010 pukul 5:19 pm

    Aslm wr wb,saya pengen tau kelebihan dan kekurangan dari pendekatan kontekstual tolong kirim sekarang dong soalnya perlu banget???? makasih sebelumnya………

  44. nita
    Mei 20, 2010 pukul 5:20 pm

    desvi :
    salam saya penegen tau kelemahan dan kelebihan dari pendekatan CTL tolong kirimin dong??????????

  45. Ali wiryono
    Juni 2, 2010 pukul 1:25 am

    apakah bisa dalam pembelajaran PAI mengunakan pendekatan CTL.mohon di beri contoh berkaitan dengan pembelajaran PAI dengan menggunakan pendekatan contektual.makasih,mahasiswa kendal.tlong di kirim ke imel saya.aliwiryono@yahoo.co.id

  46. ikky
    Juni 9, 2010 pukul 3:26 am

    mengapa harus diterapkan CTL…..??
    apakah pendekatan yang lain gagal sehingga harus menggunakan pendekatan CTL,….
    tirms……

    • Avril
      Juli 17, 2010 pukul 5:31 am

      memudahkan siswa belajar

  47. fesna kambey
    September 26, 2010 pukul 2:21 am

    tulisannya menarik dan bagus

  48. dewi
    November 5, 2010 pukul 5:05 pm

    sy sedang menyelesaikan tugas akhir ttg CTL akan tetapi hipoesis awal ditolak..sehingga tidak ada pengaruhnya pendekatan CTL trhdp prestasi belajar..tolong informasinya mengenai tokoh yang menolak atau tidak sepaham dengan adanya teori CTL..mohon jawabannya melalui email sy tunggu..terima kasih banyak.

  49. tono ksb
    November 13, 2010 pukul 1:39 pm

    assalam wr.wb .Mas apakah pendekatan CTL dapat diterapkan pada materi pecahan matematika SD, mohon bantuannya gimana langkah langkah pembelajarannya? trima kasih sebelumnya.

    email…tono1869@ymail.com

  50. arojer
    November 21, 2010 pukul 2:51 pm

    Tlsannya bgs, tp tolong bisa dijelaskan tidak tentang kelemahan dan kelebihannya?

  51. unin nybie
    Desember 12, 2010 pukul 1:39 am

    Thankyou

  52. Asma Ayu
    Januari 8, 2011 pukul 8:53 am

    makasih… tulisannya OK! bisa jadi refrensi untuk skripsi aku…

  53. iip
    Januari 17, 2011 pukul 2:46 am

    terima kasih atas materinya

  54. gede
    Februari 8, 2011 pukul 11:08 am

    pak…
    saya mau tanya, apa sih yang membedakan antara metode dengan pendekatan?
    lalu,CTL ini sebenarnya sebuah metode atau pendekatan?
    terimakasih…

  55. gunawan
    Maret 16, 2011 pukul 12:34 pm

    tulisan anda sangat bermanfaat bagi saya…pak maaf tolong dikasih contoh – contoh konkrit penerapan pendekatan CTL untuk mengajar siswa SMP…terima kasih..

  56. Maret 30, 2011 pukul 1:51 pm

    makasih atas info ny, dgn info ini saya bsa menyelesaikan tgs ptk dg baek/.

  57. lia
    April 9, 2011 pukul 3:16 pm

    tlng kasih tau sya cntoh soal yg bgaimana untuk materi logika matematika pada pendekatan kontekstual….tlng krim k email sya…mkasih

  58. Abdullah Haris Al Hasan
    April 18, 2011 pukul 1:13 am

    alhamdulillah, dengan pengetahuan kita bisa menambah ilmu. semoga ilmu yang kita dapatkan bermanfaat di dunia dan akhirat

  59. Febri
    April 26, 2011 pukul 10:58 pm

    Assalamualaikum Pak…saya mau tanya Pak kalau untuk materi biologi pertumbuhan dan perkembangan bagaimana yg men CTL kannya…terima kasih y Pak…Assalamualaikum…

  60. diyahcahya
    Mei 4, 2011 pukul 11:41 pm

    terimakasih,,artikel ini sangat membantu

  61. Ela srikandi
    April 2, 2012 pukul 9:42 pm

    Alhmdulillah.. dapat membantu tugas-tugas kuliah saya.. makasiih ya..

  1. Desember 4, 2009 pukul 3:04 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: