Arsip

Posts Tagged ‘soal sekala kematangan’

Tes Skala Kematangan (TSK)

Oktober 17, 2010 1 komentar

Sebelum tahun 2005, soal tes CPNS dari berbagai departemen negara jarang atau bahkan tidak mengujikan materi Tes Skala Kematangan sama sekali. Namun dalam perkembangannya, selama lima tahun terakhir telah banyak departemen-departemen negara yang memasukkan materi Tes Skala Kematangan kedalam soal ujian tes CPNS.

Berdasarkan pengamatan kami, selama 5 tahun terakhir, yaitu 2005-2009, jumlah soal Tes Skala Kematangan dalam tes CPNS memiliki prosentase paling besar, yakni berkisar 35% (35 soal dalam keseluruhan 100 soal). Ini artinya, jika anda ingin sukses lolos tes CPNS, penguasaan terhadap materi Skala Kematangan adalah keharusan mutlak. Dengan menguasai seluk-beluk pola soal Tes Skala Kematangan ini, anda akan dapat mendulang poin yang sangat besar sehingga mampu bersaing dengan peserta CPNS lainnya.

Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam tes CPNS sesungguhnya adalah sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu. Dalam Ilmu Psikologi, Tes Skala Kematangan merupakan adaptasi dari Maturity Test atau Test of Adultness. Para psikolog yang mengembangkan Maturity Test ini antara lain  Dr.Robert Epstein, seorang psikolog Amerika yang meraih gelar PhD bidang Psikologi dari Universitas Harvard pada tahun 1981. Epstein adalah profesor dan peneliti psikologi, yang mendirikan Cambridge Center for Behavioral Studies di Massachusetts Amerika. Epstein juga merupakan peneliti dan Profesor pada California School of Professional Psychology, sekaligus mengajar di National University, Boston University, the University of Massachusetts at Amherst, the University of California San Diego, and the HAL College of Technology and Design (Japan).

Materi Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam Tes CPNS lebih menekankan aspek-aspek kedewasaan tertentu yang paling dibutuhkan oleh seorang pegawai negeri. Aspek kedewasaan yang sering diujikan dalam Tes Skala Kematangan CPNS tersebut adalah aspek integritas, aspek kejujuran, aspek tanggung-jawab, aspek kemampuan beradaptasi, aspek pengendalian diri, aspek semangat berprestasi, aspek inisiatif, aspek kreatifitas kerja, aspek ketekunan, aspek penghargaan terhadap orang lain, aspek ketegasan, aspek kepercayaan diri, aspek toleransi, aspek kepedulian lingkungan, dan aspek efisiensi cara kerja.

Rahasia lulus tes CPNS

Tes cpns bakal ada 4 tes yang di uji. Yaitu 1. Tes Pengetahuan Umum, meliputi : ·Info-info terbaru perkembangan dunia ·Bahasa Indonesia ·Bahasa Inggris ·UUD 1945 ·Pancasila ·Kebijakan Pemerintah 2. Tes Bakat Skolastik, meliputi : ·Tes kemampuan verbal ·Tes Kemampuan Kuantitatif ·Tes Kemampuan Penalaran ·Variasi Gambar ·Tes Kepribadian 3. Tes Skala Kematangan 4. Tes Kompetensi Bidang 1.) Tes Pengetahuan Umum (TPU) Untuk tes ini, kalau menurutku sie perbanyak saja menyimak berita. Karena yang sering keluar seputar perkembangan dunia terbaru. Seperti obama yang menjadi presiden kulit hitam pertama AS, kebijakan pemerintah menurunkan harga premium, hingga lagu rasa sayange yang pernah di klaim malaysia. 2.) Tes Bakat Skolastik (TBS) TBS seputar kemampuan dasar yang diterima saat sekolah. · tes kemampuan verbal, yaitu sebuah tes untuk mengetahui sejauh mana seseorang memahami suatu hal. Tes verbal ini diantaranya tes sinonim, misalnya : Dampak a. Pengaruh b. Benturan c. berubah d. hambatan e. masalah ayo.. apa coba jawabannya.. dampak=pengaruh (sinonim/persamaan) Tes antonim, misalnya Stabil a. Labil b. rusuh c. runtuh d. hancur e. retak yupz… stabil=labil (lawan kata) dunks… Tes Analogi (hubungan kata), misalnya Mengantuk : Tidur a. Polisi : pencuri b. Terbang : berjalan c. Lapar : makanan d. Makanan : kalori e. Pelanggaran : hukum coba.. yang sama hubungan katanya apa, yupz.. lapar : makan Tes Perbendaharaan kata, misalnya Pilih yang bukan termasuk kelompoknya : a. mawar b. melati c. ros d. dahlia e. pisang udah tentu jawabannya pisang dunks, yang lain termasuk bunga, sedangkan pisang bukan · Tes kemampuan kuantitatif Tes ini lebih pada kemampuan berhitung, misalnya deret 14, 16, 18, 20, 22,…. Ayo berapa lagi… ternyata setiap bilangan di tambah 2, jadi selanjutnya 24, 26, 28 dst Contoh lainnya lagi misalnya, pak ucok menjual buku Rp.15.000 dan memperoleh laba 20% dari harga beli. Berapa harga beli buku tersebut.. Tinggal dihitung : Harga jual = (laba x harga beli) + harga beli Anggap aja harga beli dengan simbol x maka Harga jual = 20%x + x 15.000 = 0,2x + x 15.000 = 1,2x X= 15.000 / 1,2 X= 12.500 Jadi harga beli buku tersebut adalah Rp.12.500,- · Tes Kemampuan Penalaran (logika) Misalnya A>B, B>C maka A>C Contoh lagi misalnya, Sebagian karyawan PT.X adalah anggota Jamsostek, maka sebagian anggota jamsostek adalah karyawan PT.X · Tes variasi gambar Dalam tes ini kita diberikan sejumlah gambar, dan ada beberapa pilihan. Tes in dapat berupa mencari gambar yang sama, ataupun hitungan menggunakan gambar. Pada intinya dalam tes ini diperlukan kecermatan menganalisa gambar. 3.) Tes Skala kematangan Dalam tes ini tidak memerlukan hitungan atau analisa yang rumit. Tes ini hanya menggambarkan kepribadian anda sendiri. Dalam mengerjakan tes usahakan memilih yang terbaik dan konsisten, karena beberpa soal yang sama dapat diulang kembali, jika jawabannya berbeda akan menjadi penilaian tersendiri. Contohnya seperti, jika anda melihat rekan kerja anda berbuat salah, tindakan anda adalah : a) mengingatkannya, b)diam saja, c)ikut-ikutan berbuat salah, d)masa bodoh, e)melapor ke atasan Dapat juga soalnya berupa dua pilihan yang harus dipilih salah satu, misalnya, anda lebih suka merapihkan kamar dari pada jalan-jalan? 4.) Tes Kompetensi Bidang Dalam tes ini tergantung dengan posisi yang anda lamar, misalnya anda melamar penata laporan keuangan, maka akan ditanya seputar laporan keuangan. Atau surveyor maka akan ditanya seputar metode survey, cara menilai dll. Setelah tes tertulis, ada juga beberapa instansi yang melanjutkan dengan wawancara dan psikotes. TES WAWANCARA PERTAMA, biasanya yang ditanyakan seputar : · Pengalaman kerja di masa lalu, apa yang paling disukai dan tidak disukai pada pekerjaan sebelumnya? · Kelebihan diri Anda? Promosikan diri anda habis-habisan. · Kekurangan diri Anda? Dalam menjawab pertanyaan ini usahakan jangan menjelek-jelakan diri anda sendiri, misalnya jika anda seorang yang pemalas dan suka mengulur-ngulur waktu, bilang saja, dalam mengerjakan sesuatu anda terlalu berhati-hati sehingga cenderung memakan waktu yang cukup lama, padahal sebenarnya suka mengulur-ngulur waktu… ihihihi… yaaa seperti itulah.. (devil mode on) · Mengapa Anda memilih posisi ini? · Mengapa Anda mau menjadi PNS? · Apa yang dapat anda berikan kepada perusahaan? · pertanyaan-pertanyaan teknis seputar kemampuan anda. Misalnya Anda seorang sarjana Akuntansi, maka akan ditanyakan seputar laporan keuangan, jurnal-jurnal dll. PSIKOTES Psikotes kurang lebih dengan tes skala kematangan. Mungkin yang mencolok dari psikotes, terletak pada tes kemampuan numerik, melanjutkan gambar serta menggambar pohon dan manusia. · Tes kemampuan numerik mengukur kemampuan berpikir yang berkaitan dengan bilangan dan konsep bilangan, dalam tes ini terletak pada ketelitian dan kecermatan. Petunjuk pengerjaan tes ini : ·Menjumlahkan angka satu persatu dari bawah ke atas ·Jawaban hanya ditulis “satuannya” saja. Misalnya hasil penjumlahan 14 maka cukup ditulis 4. ·Dimulai dari lajur paling kiri ·Tuliskan hasil penjumahan ditengah-tengah antara angka yang dijumlah. contoh pengerjaan tes numerik contoh pengerjaan tes numerik contoh soa numerik contoh soal numerik · Tes melanjutkan gambar. Dalam tes ini anda diberi 8 buah gambar yang belum selesai dan diminta melanjutkannya sesuai dengan kreasi anda. ayoo… lanjutin gambarnya ayoo… lanjutin gambarnya · Tes menggambar pohon dan manusia Untuk menggambar pohon, usahakan sedetail mungkin, jika anda menggambar pohon mangga gambarlah juga buah mangganya. Yang tidak boleh digambar dalam tes ini adalah pohon yang tidak berkayu seperti pisang, rumput dan bunga. Untuk menggambar manusia, usahakan objek sedetail mungkin, sehingga jelas terlihat jenis kelamin objek yang digambar, perkiraan usia objek (apakah muda, tua) dan profesi objek yang digambar (apakah seorang petani, bartender, karyawan kantoran atau apa) Ada juga instansi yang kembali melakukan interview lanjutan setelah psikotes. Interview ini biasanya dilakukan oleh top manajemen. Sedangkan pertanyaannya kurang lebih sama dengan wawancara pertama, cuma tidak terlalu teknis lagi. Yang penting anda percaya diri. Untuk tes terakhir biasanya tes kesehatan. Untuk tes ini jika anda tidak memiliki penyakit kronis dan tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang, anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan besar akan lulus. Cukup jaga stamina sebelum tes dimulai.

 

sumber anggazone.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.