Raport Online (Basis Web) untuk SMK

Seiring perkembangan teknologi dan Informasi tuntutan akan informasi yang cepat perlahan memasuki dunia pendidikan. Banyak Hal yang disuahakan untuk memnuhi hal tersebut salah satunya yang sedang kami usahakan adalah pembuatan raport online (berbasis web) sehingga bisa memberikan efesiensi kerja kepada para guru mata pelajaran dan wali kelas serta kemudahan pengaksesan informasi oleh masyarakat kususnya orang tua/ wali peserta didik. Selain itu dengan pengaplikasian raport berbasis web menciptakan suasana keterbiasaan siswa untuk mau mengenal komputer dan internet karena diwilayah kami masih banyak siswa yang belum begitu terbiasa dengan teknologi internet.

karena hal diatas kami mencoba untuk merancang dan mengaplikasikan raport online SMK di sekolah kami terlebih dahulu sebagai evaluasi program raport, jika sudah dianggap memenuhi tujuan khususnya efesiensi kami akan secepatnya meperluasnya memalaui blog ini. Trimakasih.

Tes Skala Kematangan (TSK)

Oktober 17, 2010 1 komentar

Sebelum tahun 2005, soal tes CPNS dari berbagai departemen negara jarang atau bahkan tidak mengujikan materi Tes Skala Kematangan sama sekali. Namun dalam perkembangannya, selama lima tahun terakhir telah banyak departemen-departemen negara yang memasukkan materi Tes Skala Kematangan kedalam soal ujian tes CPNS.

Berdasarkan pengamatan kami, selama 5 tahun terakhir, yaitu 2005-2009, jumlah soal Tes Skala Kematangan dalam tes CPNS memiliki prosentase paling besar, yakni berkisar 35% (35 soal dalam keseluruhan 100 soal). Ini artinya, jika anda ingin sukses lolos tes CPNS, penguasaan terhadap materi Skala Kematangan adalah keharusan mutlak. Dengan menguasai seluk-beluk pola soal Tes Skala Kematangan ini, anda akan dapat mendulang poin yang sangat besar sehingga mampu bersaing dengan peserta CPNS lainnya.

Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam tes CPNS sesungguhnya adalah sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu. Dalam Ilmu Psikologi, Tes Skala Kematangan merupakan adaptasi dari Maturity Test atau Test of Adultness. Para psikolog yang mengembangkan Maturity Test ini antara lain  Dr.Robert Epstein, seorang psikolog Amerika yang meraih gelar PhD bidang Psikologi dari Universitas Harvard pada tahun 1981. Epstein adalah profesor dan peneliti psikologi, yang mendirikan Cambridge Center for Behavioral Studies di Massachusetts Amerika. Epstein juga merupakan peneliti dan Profesor pada California School of Professional Psychology, sekaligus mengajar di National University, Boston University, the University of Massachusetts at Amherst, the University of California San Diego, and the HAL College of Technology and Design (Japan).

Materi Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam Tes CPNS lebih menekankan aspek-aspek kedewasaan tertentu yang paling dibutuhkan oleh seorang pegawai negeri. Aspek kedewasaan yang sering diujikan dalam Tes Skala Kematangan CPNS tersebut adalah aspek integritas, aspek kejujuran, aspek tanggung-jawab, aspek kemampuan beradaptasi, aspek pengendalian diri, aspek semangat berprestasi, aspek inisiatif, aspek kreatifitas kerja, aspek ketekunan, aspek penghargaan terhadap orang lain, aspek ketegasan, aspek kepercayaan diri, aspek toleransi, aspek kepedulian lingkungan, dan aspek efisiensi cara kerja.

Rahasia lulus tes CPNS

Tes cpns bakal ada 4 tes yang di uji. Yaitu 1. Tes Pengetahuan Umum, meliputi : ·Info-info terbaru perkembangan dunia ·Bahasa Indonesia ·Bahasa Inggris ·UUD 1945 ·Pancasila ·Kebijakan Pemerintah 2. Tes Bakat Skolastik, meliputi : ·Tes kemampuan verbal ·Tes Kemampuan Kuantitatif ·Tes Kemampuan Penalaran ·Variasi Gambar ·Tes Kepribadian 3. Tes Skala Kematangan 4. Tes Kompetensi Bidang 1.) Tes Pengetahuan Umum (TPU) Untuk tes ini, kalau menurutku sie perbanyak saja menyimak berita. Karena yang sering keluar seputar perkembangan dunia terbaru. Seperti obama yang menjadi presiden kulit hitam pertama AS, kebijakan pemerintah menurunkan harga premium, hingga lagu rasa sayange yang pernah di klaim malaysia. 2.) Tes Bakat Skolastik (TBS) TBS seputar kemampuan dasar yang diterima saat sekolah. · tes kemampuan verbal, yaitu sebuah tes untuk mengetahui sejauh mana seseorang memahami suatu hal. Tes verbal ini diantaranya tes sinonim, misalnya : Dampak a. Pengaruh b. Benturan c. berubah d. hambatan e. masalah ayo.. apa coba jawabannya.. dampak=pengaruh (sinonim/persamaan) Tes antonim, misalnya Stabil a. Labil b. rusuh c. runtuh d. hancur e. retak yupz… stabil=labil (lawan kata) dunks… Tes Analogi (hubungan kata), misalnya Mengantuk : Tidur a. Polisi : pencuri b. Terbang : berjalan c. Lapar : makanan d. Makanan : kalori e. Pelanggaran : hukum coba.. yang sama hubungan katanya apa, yupz.. lapar : makan Tes Perbendaharaan kata, misalnya Pilih yang bukan termasuk kelompoknya : a. mawar b. melati c. ros d. dahlia e. pisang udah tentu jawabannya pisang dunks, yang lain termasuk bunga, sedangkan pisang bukan · Tes kemampuan kuantitatif Tes ini lebih pada kemampuan berhitung, misalnya deret 14, 16, 18, 20, 22,…. Ayo berapa lagi… ternyata setiap bilangan di tambah 2, jadi selanjutnya 24, 26, 28 dst Contoh lainnya lagi misalnya, pak ucok menjual buku Rp.15.000 dan memperoleh laba 20% dari harga beli. Berapa harga beli buku tersebut.. Tinggal dihitung : Harga jual = (laba x harga beli) + harga beli Anggap aja harga beli dengan simbol x maka Harga jual = 20%x + x 15.000 = 0,2x + x 15.000 = 1,2x X= 15.000 / 1,2 X= 12.500 Jadi harga beli buku tersebut adalah Rp.12.500,- · Tes Kemampuan Penalaran (logika) Misalnya A>B, B>C maka A>C Contoh lagi misalnya, Sebagian karyawan PT.X adalah anggota Jamsostek, maka sebagian anggota jamsostek adalah karyawan PT.X · Tes variasi gambar Dalam tes ini kita diberikan sejumlah gambar, dan ada beberapa pilihan. Tes in dapat berupa mencari gambar yang sama, ataupun hitungan menggunakan gambar. Pada intinya dalam tes ini diperlukan kecermatan menganalisa gambar. 3.) Tes Skala kematangan Dalam tes ini tidak memerlukan hitungan atau analisa yang rumit. Tes ini hanya menggambarkan kepribadian anda sendiri. Dalam mengerjakan tes usahakan memilih yang terbaik dan konsisten, karena beberpa soal yang sama dapat diulang kembali, jika jawabannya berbeda akan menjadi penilaian tersendiri. Contohnya seperti, jika anda melihat rekan kerja anda berbuat salah, tindakan anda adalah : a) mengingatkannya, b)diam saja, c)ikut-ikutan berbuat salah, d)masa bodoh, e)melapor ke atasan Dapat juga soalnya berupa dua pilihan yang harus dipilih salah satu, misalnya, anda lebih suka merapihkan kamar dari pada jalan-jalan? 4.) Tes Kompetensi Bidang Dalam tes ini tergantung dengan posisi yang anda lamar, misalnya anda melamar penata laporan keuangan, maka akan ditanya seputar laporan keuangan. Atau surveyor maka akan ditanya seputar metode survey, cara menilai dll. Setelah tes tertulis, ada juga beberapa instansi yang melanjutkan dengan wawancara dan psikotes. TES WAWANCARA PERTAMA, biasanya yang ditanyakan seputar : · Pengalaman kerja di masa lalu, apa yang paling disukai dan tidak disukai pada pekerjaan sebelumnya? · Kelebihan diri Anda? Promosikan diri anda habis-habisan. · Kekurangan diri Anda? Dalam menjawab pertanyaan ini usahakan jangan menjelek-jelakan diri anda sendiri, misalnya jika anda seorang yang pemalas dan suka mengulur-ngulur waktu, bilang saja, dalam mengerjakan sesuatu anda terlalu berhati-hati sehingga cenderung memakan waktu yang cukup lama, padahal sebenarnya suka mengulur-ngulur waktu… ihihihi… yaaa seperti itulah.. (devil mode on) · Mengapa Anda memilih posisi ini? · Mengapa Anda mau menjadi PNS? · Apa yang dapat anda berikan kepada perusahaan? · pertanyaan-pertanyaan teknis seputar kemampuan anda. Misalnya Anda seorang sarjana Akuntansi, maka akan ditanyakan seputar laporan keuangan, jurnal-jurnal dll. PSIKOTES Psikotes kurang lebih dengan tes skala kematangan. Mungkin yang mencolok dari psikotes, terletak pada tes kemampuan numerik, melanjutkan gambar serta menggambar pohon dan manusia. · Tes kemampuan numerik mengukur kemampuan berpikir yang berkaitan dengan bilangan dan konsep bilangan, dalam tes ini terletak pada ketelitian dan kecermatan. Petunjuk pengerjaan tes ini : ·Menjumlahkan angka satu persatu dari bawah ke atas ·Jawaban hanya ditulis “satuannya” saja. Misalnya hasil penjumlahan 14 maka cukup ditulis 4. ·Dimulai dari lajur paling kiri ·Tuliskan hasil penjumahan ditengah-tengah antara angka yang dijumlah. contoh pengerjaan tes numerik contoh pengerjaan tes numerik contoh soa numerik contoh soal numerik · Tes melanjutkan gambar. Dalam tes ini anda diberi 8 buah gambar yang belum selesai dan diminta melanjutkannya sesuai dengan kreasi anda. ayoo… lanjutin gambarnya ayoo… lanjutin gambarnya · Tes menggambar pohon dan manusia Untuk menggambar pohon, usahakan sedetail mungkin, jika anda menggambar pohon mangga gambarlah juga buah mangganya. Yang tidak boleh digambar dalam tes ini adalah pohon yang tidak berkayu seperti pisang, rumput dan bunga. Untuk menggambar manusia, usahakan objek sedetail mungkin, sehingga jelas terlihat jenis kelamin objek yang digambar, perkiraan usia objek (apakah muda, tua) dan profesi objek yang digambar (apakah seorang petani, bartender, karyawan kantoran atau apa) Ada juga instansi yang kembali melakukan interview lanjutan setelah psikotes. Interview ini biasanya dilakukan oleh top manajemen. Sedangkan pertanyaannya kurang lebih sama dengan wawancara pertama, cuma tidak terlalu teknis lagi. Yang penting anda percaya diri. Untuk tes terakhir biasanya tes kesehatan. Untuk tes ini jika anda tidak memiliki penyakit kronis dan tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang, anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan besar akan lulus. Cukup jaga stamina sebelum tes dimulai.

 

sumber anggazone.com

Sukses Forex Trading atau Trading Valas

Forex trading atau trading valas adalah bisnis perdagangan mata uang. Dengan perputaran uang lebih dari $ 2 trilyun perhari, forex trading merupakan pasar finansial terbesar di dunia, jauh lebih besar dari pasar saham, komoditi maupun pasar finansial lainnya.

Dengan berkembangnya teknologi internet, sekarang ini siapapun bisa melakukannya dari rumah. Ditambah lagi dengan sistem margin trading dengan menggunakan leverage dan nilai kontrak yang sangat kecil, memungkinkan investor dengan dana yang relatif kecil. Di Fx-Indo sendiri, Anda bahkan bisa mulai dengan $1 saja!

Bagaimana Saya bisa mendapat keuntungan dari Forex Trading?

Salah satu keunggulan forex adalah adanya dua arah perdagangan. Artinya, tidak seperti perdaganan konvensional yang selalu dimulai dengan membeli lalu kemudian menjual, forex memungkinkan investor untuk menjual dulu, baru kemudian menutup transaksi dengan membeli. Dengan demikian, apapun kondisi market, investor selalu bisa mengambil untung.
Contoh: Jika Anda memprediksi EURUSD akan naik, maka ambillah posisi open buy. Jika prediksi Anda benar, maka ketika EURUSD benar2 naik, maka Anda mendapat keuntungan dengan menutup transaksi dengan close sell. Sebaliknya, jika Anda memprediksi EURUSD akan turun, maka ambillah posisi open sell, dan menutupnya dengan close buy.

Penting: Mata uang direct dan indirect

EURUSD, GBPUSD dan AUDUSD adalah contoh mata uang direct. Artinya, menguat/melemahnya nilai mata uang searah dengan arah pada grafik atau dealing quote. Misal: Jika Euro (EURUSD) pada dealing quote naik dari 1.200 menjadi 1.250, artinya mata uang euro menguat terhadap dollar. Pada grafik juga akan terlihat grafik yang naik.

Sebalinya, untuk USDJPY (YEN Jepang) dan USDCHF (Swiss), menguat/melemahnya nilau mata uang TIDAK searah dengan arah pada grafik atau dealing quote. Misal: Jika USDJPY (YEN) pada dealing quote turun dari 115.50 ke 115.00, artinya mata uang YEN menguat terhadap dollar. Pada grafik akan terlihat grafik yang menurun.

Untuk lebih Jelasnya dan Sekaligus mendapatakn trik sukses forex trading, silahkan download ebook disini

Silabus Mata Pelajaran Dasar Dasar Mutimedia

Juli 7, 2010 1 komentar

Mata Pelajaran “Dasar-dasar mutimedia”, panjang kan? ya begitulah nama mata pelajaran di SMK.  Sudah dua tahun saya di berikan kepercayaan untuk membantu memberikan materi di SMK.

Untuk itu saya ingin berbagai sedikit tentang administrasi dasar-dasar multimedia. Mata pelajaran ini umumnya muncul di kelas x semester 1, mengingat mata pelajaran ini merupakan Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK).

Sehingga  peserta didik di harapkan memahami dasar dasar mutimedia sebelum masuk ke dalam mata pelajaran lainnya di bidang multimedia.

Adapun Standar Kompetensi yang muncul :

1. Mengidentifikasi Etimologi Multimedia

2. Mengidentifkasi Alir Proses Produksi Produk Multimedia

3. Menerapkan Prinsip-prinsip Seni Grafis dalam Desain Komunikasi Visual untuk Multimedia

4. Menerapkan Prinsip-prinsip Seni Fotografi dalam Desain Komunikasi Visual untuk Multimedia

5. Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Bidang Multimedia

Sementra ini saya baru bisa upload silabus mata pelajaran Dasar Dasar Multimedia, untuk  mendownloadnya silahkan melalui link berikut

Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Pada Siswa Kelas XI SMA Tahun Pelajaran 2006/2007.

April 18, 2010 1 komentar

ABSTRAK

Kata kunci: prestasi belajar, pembelajaran, kooperatif, group investigation

Penelitian ini bertolak dari adanya masalah yang teridentifikasi pada pembelajaran matematika di kelas XI IPA SMA , yaitu: rendahnya prestasi belajar matematika siswa dalam penguasaan materi dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang mengabaikan keheterogenan siswa. Siswa datang ke sekolah dan memasuki kelas, telah memiliki gagasan-gagasan dari pengalaman yang mereka alami yang berhubungan dengan materi yang mereka pelajari di kelas. Sehingga gagasan siswa terhadap suatu objek menjadi prakonsepsi yang tidak didukung oleh penyelidikan yang cermat. Karena pengalaman yang berbeda dari masing-masing siswa sehingga muncul keheterogenan dalam hal bakat, kemampuan awal, kecerdasan, motivasi dan dalam hal lainnya. Maka guru perlu menciptakan suasana kelas yang bernuansa kolaborasi. Salah satu kemasan pembelajaran yang memiliki aspek kolaborasi adalah kemasan pembelajaran berorientasi model belajar kooperatif. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan menjadi beberapa tipe, salah satu diantaranya adalah kooperatif tipe Goup Investigation (GI), yang menekankan pada penyelidikan dengan mengkaitkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman yang telah mereka miliki. Berkenaan dengan itu timbul suatu keinginan menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe GI dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA . Dengan permasalahan yang akan dicari jawabannya adalah “Apakah pendekatan pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA dari waktu ke waktu ?”  Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tempat penelitian di SMA dengan subyek penelitian adalah kelas XI IPA sebanyak 32 orang.

Data tentang prestasi belajar siswa dikumpulkan melalui tes uraian dan objektif pada tiap akhir siklus, dianalisis dengan metode deskriptif komparatif. Setelah dilakukan analisis data maka didapat hasil sebagai berikut. Skor rata-rata kelas, daya serap (DS) dan ketuntasan belajar (KB) pada pra siklus, siklus I dan siklus II berturut – turut sebesar: “6,91”, “7,24”, dan “7,78”; “69,1%”, “72,4%”, dan “77,8%”; “69,6%”, “87,0%”, dan “91,3%”. Persentase peningkatan skor rata- rata, Ketuntasan Belajar ( KB ), dan Daya Serap ( DS ) dari pra siklus ke siklus I, siklus I ke siklus II, dan pra siklus ke siklus II berturut – turut sebesar: “4,8%”, “7,5%”, dan “12,5%”; “4,8%”, “7,5%”, dan “12,5%”; dan “25%”, “4,9%”, dan “31%”.

Setelah mendapat hasilnya maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif tipe GI dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA tahun pelajaran 2006/2007 dari waktu ke waktu, ditunjukan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata Ketuntasan Belajar ( KB ), dan Daya Serap ( DS ) dari pra siklus ke siklus I, siklus I ke siklus II, pra siklus ke siklus II.

Dari simpulan disampaikan saran sebagai berikut: 1) pendekatan pembelajaran kooperatif tipe GI dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran oleh guru mata pelajaran matematika sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dari waktu ke waktu, 2) diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan dalam mengembangkan pembelajaran melalui kooperatif tipe GI pada mata pelajaran yang lainnya, dan  3) kepada calon peneliti lain, disarankan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang pendekatan pembelajaran kooperatif tipe GI dengan pokok bahasan yang berbeda.

Code : PTK01

Yang ingin mendapatkan PTK ini klik disini

Tari Barong

Tari Barong adalah pertunjukan seni paling populer dan diminati oleh wisatawan di Bali seperti Tari Kecak Uluwatu. Belum lengkaplah liburan ke Bali, sebelum menonton pertunjukan seni berkualitas ini.

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.

Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.

Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.

Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.