Beranda > Kaca Mata Hijau > Pertama Orang Tua

Pertama Orang Tua

Di zaman sekarang, banyak anak muda membandingkan dirinya dengan orang tua, dan sering membalikan keadaan dengan tabir keadilan, mereka menganggap orang tua sering melakukan hal yang tidak baik tapi kenapa dia tidak boleh. Orang tua sadar bahwa dirinya sendiri buruk tetapi selalu ada sebercak rasa dari orang tua untuk meningkatkan tarap keturunan dan tidak menginginkan anaknya terprosok ke lubang kesalahan yang sama dan larut didalamnya seperti dirinya sendiri. Dari sebuah keinginan meningkatkan tarap keturunan tersebut orang tua selalu meminimalkan kesalahan dengan harapan anaknya kelak tidak terjerumus dalam kesalahan yang sama. Dengan melihat kesalahan-kesalahn dari orang tua, anakpun secara tidak langsung menunjukan kesombongan dan meremehkan orang tua. Sikap acuh akan petunjuk orang tuapun muncul tanpa mereka sadari bahwa itu petunjuk hidup yang benar. Orang tua secara tulus memberikan pengetahuan dan ilmu dasar kepada si anak untuk bekal dalam hidupnya. Dari hal terkecil mereka sampaikan kepada si anak, kita kadang tidak sadar akan petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh orang tua kita dan menganggap semua itu remah dan kita mampu untuk mengatasinya. Pemikiran sejenis itu yang muncul dalam benak si anak padahal belum tentu si anak mampu menjalankan petunjuk dari orang tuanya. Sikap anak yang seperti itu diketahui orang tua, tetapi orang tua, terus, terus dan terus berusaha mengingatkan dan memberikan yang terbaik kepada si anak. Bahkan orang tua mencarikan guru yang terbaik untuk anaknya, dengan harapan si anak bisa belajar petunjuk-petunjuk kehidupan seperti yang ia sampaikan kepada anaknya melalui orang lain. Tetapi, si anak malah merasa terlalu bangga dengan semua yang ia dapat diluar. Mengandalkan dan mengagungkan guru disekolah, guru kebatinan dan orang lain tanpa mengingat sumber petunjuk terdekat seolah si anak baru menemukan sumber petunjuk-petunjuk yang tepat, dan bahkan kakek merekapun mau diberipelajaran. Hal-hal yang besar mereka tangkap terlebih dahulu, dan mencarinya jauh disana tanpa mereka sadar bahwa tanpa dasar yang kuat dan penerapan petunjuk dari orang tua atau nenek moyang yang paling dekat mereka tidak akan bisa menyerap apapun dari luar sana. Kenapa kita mencari jauh-jauh sumber petunjuk kehidupan dan berusaha menggapai terlalu besar sedangkan hal kecil yang berada begitu dekat belum mampu kita raih? Guru meraka memang pandai, arif bijaksana dan mengetahui ilmu tetapi belum berarti bahwa mereka menyamai si orang tuanya. trims

Kategori:Kaca Mata Hijau
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: