Beranda > Kaca Mata Hijau > Ujung Tengah Ujung

Ujung Tengah Ujung

Jika kita masuki lebih dalam sikap polos dan lugu itu sangat luar biasa dan sekarang ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan sangat sulit untuk mempertahankan sikap seperti itu. Tanpa sikap tersebut kita sering terjerat dalam emosional dan ikatan-ikatan terhadap sesuatu. Sehingga secara spontan semua itu akan menimbulkan ego individu.
Dengan munculnya ke egoan individu yang terus berkembang dan terkikisnya sifat-sifat kebenaran. Manusia mulai bingung akan arah dan petunjuk yang benar. Hal yang tidak pantas mulai dipantaskan padahal semua itu belum tentu benar adanya. Kita yang terlahir menemukan seperti itu adanya, hanya bisa mengikuti arus dan tarberdaya mencari titik kebenaran sejati.

Mencari dari segala sumber, dan sumber yang memungkinkan salah satunya adalah sastra. Sastra kini sudah banyak serinya, dan kita menggugah kebenaran tersebut hanya melalui sastra. Karena kebanyakan sastra kita pun mulai bingung, yang benar dimana! Niat untuk membaca seluruh sastra muncul dalam benak, tetapi dihalangi oleh pendeknya umur untuk membaca seluruh sastra.

Perjalanan berikutnya hanya menerima yang harus kita terima dan menjalani apa yang harus kita jalani. Hingga terinspirasi akan sebuah jalan, dimana jika berjalan menuju tujuan tentunya harus melewati tengah, diantara pangkal dan ujung terdapat titik tengah.

Kita tidak akan bisa mencapai tujuan atau ujung tanpa melewati titik tengah. Tanpa disadari memang kita mencapai tujuan tetapi sebuah kepuasan dan kebahagian jarang kita nikmati lama itu semua karena kita belum larut dalam titik tengah itu. Semua yang akan kita perbuat dan lakukan sebaiknya dengen penuh keyakinan dan sungguh sunguh, perasaan yakin dan sungguh-sunguh trdapat dalam ttitik tengah tersebut.

Apapun yang kita akan perbuat dan lakukan, sebisa mungkin kita lewati dan benar-benar melihat, masuk kedalam titik tengah tersebut. Titik tengah tidak jauh tempatnya, titik tengah ada didalam diri di hati di sanubari. Lihat, lihat dan masuk kedalam titik tengah tersebut. Kemurnian akan muncul perlahan seiring keterbiasan kita untuk melihat dan masuk kedalam titik tengah itu. Trims

Kategori:Kaca Mata Hijau
  1. Februari 20, 2008 pukul 4:15 am

    kalau kata bapakku alm sih, segalanya berinti dari kebersihan hati, kebeningan hati….jadi ? yang penting bersihkan dulu hati kitasetiap saat…maka kita bisa “melihat” segalanya dengan jernih, Insya Allah.
    Btw…didoain nanti bisa menjadi “lelaki” yang bisa memberi kenyamanan dan keteduhan pasangannya ya. salam

  2. ipotes
    Februari 20, 2008 pukul 4:51 am

    Makasi mamah ani, sebisa mungkin jadi lelaki yang memberi kenyamanan dan keteduhan pasangan.
    Saya setuju, dengan alm itu salah satu petunjuk bijak dari orang tua. keinginan Memberihkan hati juga harus melewati titik tengah, penuh keyakinan dan kesunguhan diri untuk berusaha. trism

  3. Februari 20, 2008 pukul 5:08 am

    Aslkm…tengkiu atas pelajalannya hali ini om ……..
    manpaat kali untuk atu yang macih ingucan…hehe…

    oiya mas…cadel sy kumat-kumatan….itu terinspirasi dari anak saya yang lagi cadel-cadelnya, jadi kebawa deh…he.he..he…..

    salam kenal mas dari saya..sy link ya ?

  4. Februari 20, 2008 pukul 5:21 am

    ya begitulah , hidup ini ada ujung nya ada tengahnya , ada awalnya ada akhirnya .
    makasih ya sudah sering silaturahmi di blog saya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: