Beranda > Kaca Mata Hijau > Pengumuman Ujian Nasional [Siswa tidak lulus Ujian Akhir Nasional, saya berhasil menjadi guru!]

Pengumuman Ujian Nasional [Siswa tidak lulus Ujian Akhir Nasional, saya berhasil menjadi guru!]

14 Juni Hasil UAN SMA telah diumumkan, kegembiraan dan rasa sedih muncul, segala ekspresi berdatangan dari segala penjuru mewarnai usaha yang telah maksimal. Setiap perasaan sedih dan senang sangatlah wajar dirasakan oleh para siswa karena usaha mereka selama enam tahun terangkum dalam 3hari.

Tetapi untuk ukuran remaja, pengungkapan rasa terkadang berlebihan. Saat mengetahui dirinya telah lulus siswa cenderung terlalu senang akan sebuah hasil yang didapat dan lupa sejenak akan diri. Sehingga melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Tidak jarang kita lihat setelah mereka mengetahui dirinya lulus, para siswa melakukan konvoi di jalan raya, tanpa memperhatikan aturan berkendaran sehingga merugikan pengguna jalan yang lainnya. Cerminan seorang siswa yang baik tidak terlalu bisa terlihat disaat seperti itu, dan membuat diri saya bertanya apakah saya sudah berhasil menjadi guru?!

Dilain cerita, dibalik kegembiraan siswa yang telah lulus, tentunya ada yang mengalami kegagalan. Ekpresi duka melanda dalam dirinya, bertanya dan mencari jawaban akan kegagalan yang mereka dapat. Bisa dikatakan usaha mereka sama bahkan ada yang lebih keras dibanding siswa yang mendapat hasil lulus, tetapi kenapa mereka tidak lulus ujian. Luapan sedih dengan cara menangis, muka dan wajah murung timbul. Hal itu sangat wajar dirasakan, bagi siapapun yang sedang berhadapan dengan sebuah kegagalan.

Namun, ada terpancar sebuah kebijaksanan yang lebih besar didalam diri siswa yang tidak lulus dibanding dengan siswa yang lulus UAN. Menerima sebuah kegagalan dengan senyuman itu pemandangan yang luar bisa saya dapatkan dari siswa saya yang tidak lulus UAN. Mereka yang gagal tersenyum mendatangi saya, dan berkata “pak, maaf saya tidak lulus. saya tidak kecewa dengan apa yang saya raih, karena memang ini hasil dari usaha saya”. Selain itu, dibalik rasa gagal setiap manusia memiliki satu kempuan untuk merubah penderitaan menjadi sebuh semangat kehidupan untuk meningkatkan diri. Karena rasa malu dan duka yang didapat, tekad untuk berusaha lebih giat dan membuktikan akan diri semakin menggebu.

3 Tahun saya menjadi guru, dan telah 3 periode ketegangan ujian nasional saya lalui, tahun ini persentase ketidak lulusan yang terbesar melanda disekolah tempat saya mengajar, yakni 8% yang tidak lulus. Dan pada tahun ini saya mendapat hadiah begitu besar dari siswa saya yakni kebijaksaanaan mereka menghadapi kegagalan Ujian Akhir Nasional. Saya bangga terhadap mereka dan saya merasa berhasil menjadi guru walaupun dari hasil Ujian masih kurang.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: