TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

April 12, 2010 1 komentar

Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar dalam teori belajar behavioristik  adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik.

Menurut teori ini dalam Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fifik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat da kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.

Dalam aplikasinya teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Untuk itu
guru yang menggunakan paradigma behaviourisme akan menyusun bahan pelajaran secara hierarki dari yang sederhana sampai yang kompleks sehingga tujuan pembelajaran yang dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. Begitupun tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu.

Pembelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid. Guru tidak hanya memberi ceramah tetapi intruksi singkat yang diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga kesalahan dapat diperbaiki. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan selain itu untuk memberikan perbaikan jika terjadi kesalahan dalam penyampaian materi.

Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah 1) Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati; 2) Watson, mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur, walaupun adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati; 3) Clark Hull, mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam; 4) Edwin Guthrie, menerangkan hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap; 5) Skinner, menjelaskan hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku.

Kekurangan

  1. Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut.
  2. Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid.
  3. Sebuah konsekuensi bagi guru, untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap.
  4. Murid  berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif
  5. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa
  6. Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru.

Kelebihan

  1. Membiasakan guru untuk bersikap  jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar
  2. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang menbutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti: kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleksi, daya tahan, dan sebagainya.
  3. Guru tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan belajar mandiri. Jika menemukan kesulitan baru ditanyakan kepada guru yang bersangkutan
  4. Teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa , suka mengulangi dan harus dibiasakan , suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.

Sumber : berbagai sumber (maap tulisan lama)

Untuk lebih lengkap Silahkan download disini

Kategori:Pendidikan

ROSEDUR dan FUNGSI REKURSIF

April 12, 2010 2 komentar

di copy dari http://www.khabib.staff.ugm.ac.id

Prosedur dan fungsi merupakan sub program yang sangat bermanfaat dalam pemrograman, terutama untuk program atau proyek yang besar. Manfaat penggunaan sub program antara lain adalah :
Prosedur dan fungsi merupakan sub program yang sangat bermanfaat dalam pemrograman, terutama untuk program atau proyek yang besar. Manfaat penggunaan sub program antara lain adalah :

  1. meningkatkan readibility, yaitu mempermudah pembacaan program
  2. meningkatkan modularity, yaitu memecah sesuatu yang besar menjadi modul-modul atau bagian-bagian yang lebih kecil sesuai dengan fungsinya, sehingga mempermudah pengecekan, testing dan lokalisasi kesalahan.
  3. meningkatkan reusability, yaitu suatu sub program dapat dipakai berulang kali dengan hanya memanggil sub program tersebut tanpa menuliskan perintah-perintah yang semestinya diulang-ulang.

adalah Dengan melihat sifat sub program rekursif di atas maka sub program rekursif harus memiliki :

  1. kondisi yang menyebabkan pemanggilan dirinya berhenti (disebut kondisi khusus atau special condition)
  2. pemanggilan diri sub program (yaitu bila kondisi khusus tidak dipenuhi)

Secara umum bentuk dari sub program rekursif memiliki statemen kondisional :

if kondisi khusus tak dipenuhi
then panggil diri-sendiri dengan parameter yang sesuai
else lakukan instruksi yang akan dieksekusi bila kondisi khusus dipenuhi

Sub program rekursif umumnya dipakai untuk permasalahan yang memiliki langkah penyelesaian yang terpola atau langkah-langkah yang teratur. Bila kita memiliki suatu permasalahan dan kita mengetahui algoritma penyelesaiannya, kadang-kadang sub program rekursif menjadi pilihan kita bila memang memungkinkan untuk dipergunakan. Secara algoritmis (dari segi algoritma, yaitu bila kita mempertimbangkan penggunaan memori, waktu eksekusi sub program) sub program rekursif sering bersifat tidak efisien .
Dengan demikian sub program rekursif umumnya memiliki efisiensi dalam penulisan perintah, tetapi kadang tidak efisien secara algoritmis. Meskipun demikian banyak pula permasalahan-permasalahan yang lebih sesuai diselesaikan dengan cara rekursif (misalnya dalam pencarian / searching, yang akan dibahas pada pertemuan-pertemuan yang akan datang).

Contoh sub program rekursif dalam bahasa Pascal.

  1. Contoh sederhana

  2. PROCEDURE TULIS_1(banyak : integer;kata : string);
    begin
    if banyak > 1 then TULIS_1(banyak-1,kata);
    writeln(kata, banyak:5);
    end;

    OUTPUT (misal dipanggil dengan TULIS_1(5,”Cetakan ke “))

    Cetakan ke 1
    Cetakan ke 2
    Cetakan ke 3
    Cetakan ke 4
    Cetakan ke 5

    Bandingkan prosedur dan outputnya di atas dengan prosedur di bawah ini!PROCEDURE TULIS_2(banyak :

    integer;kata : string);
    begin
    writeln(kata, banyak:5);
    if banyak > 1 then TULIS_1(banyak-1,kata);
    end;

    OUTPUT (misal dipanggil dengan TULIS_2(5,”Cetakan ke “))Cetakan ke 5
    Cetakan ke 4
    Cetakan ke 3
    Cetakan ke 2
    Cetakan ke 1

    Mengapa hasilnya jauh berbeda?

  3. Contoh terapan

Secara matematis, perkalian dua bilangan bulat positif a dengan b (ditulis ab atau a x b) pada hakekatnya merupakan penjumlahan dari a sebanyak b suku, yaitu a + a + a + …. + a sebanyak b suku. Misalnya 2 x 3 dapat diartikan sebagai 2 + 2 + 2 = 6 , yaitu penjumlahan 2 sebanyak 3 suku   Dengan mengingat bahwa suatu bilangan bila dikalikan dengan angka 1 (satu) akan menghasilkan bilangan itu sendiri, maka permasalahan perkalian dengan menyatakannya dalam bentuk penjumlahan di atas dapat diselesaikan dengan komputer secara mudah.

Dengan non rekursif

  1. Dengan prosedur
      Procedure KALI_BIASA_P(a,b : integer; var hasil : longint);
      var i : integer;
      begin
      hasil := 0;
      for i:= 1 to b do hasil := hasil + a;
      end;
  2. Dengan fungsi
    Function KALI_BIASA_F(a,b:integer):longint;
    var hasil : longint; i: integer;
    begin
    hasil := 0;
    for i:= 1 to b do hasil := hasil + a;
    KALI_BIASA_F := hasil;

    end;

Dengan Rekursif

  1. Dengan Prosedur
      Procedure KALI_REK_P(a,b:integer;var hasil:longint)
      begin
      if b>1 then KALI_REK_P(a,b-1,hasil);
      hasil:= hasil+a;
      end;
  2. Dengan Fungsi
    Function KALI_REK_F(a,b:integer):longint;
    begin
    if b>1 then
    KALI_REK_F := KALI_REK_F(a,b-1)+a
    else
    KALI_REK_F := a;
    end;

Untuk lebih memahami materi bisa di download disini

Soal Olimpiade Komputer Function 1

April 11, 2010 3 komentar

Perhatikan algoritma berikut:
function ABC (a, b : integer) : integer;
var
hasil : integer;
begin
if (a mod b = 0) then ABC := b
else ABC := ABC(a, b-1);
end;
Berapakah hasil ABC(12, 4)?

Pembahasan

Fungsi ABC mengembalikan nilai b jika a merupakan kelipatan b (a mod b = 0). Jika b bukan faktor dari a, maka fungsi ini akan memanggil dirinya kembali dengan parameter ABC(a,b‐1). Tampak bahwa fungsi ABC akan mengembaikan nilai faktor terbesar dari a yang kurang dari atau sama dengan b. Maka hasil ABC(12,4) adalah 4.

Untuk lebih memahami silahkan download disini

Soal Olimpiade Komputer Procedure 2

April 11, 2010 1 komentar

Perhatikan algoritma berikut:

Procedure geser(i: integer);
begin
i := (((i shl 4) shr 6) shl 2);
writeln(i);
end;
Apakah output dari pemanggilan geser(9) di atas?

Pembahasan

i = 910 = 10012
i shl 4 = 100100002
(i shl 4)shr 6 = 102
((i shl 4)shr 6)shl 2 = 10002 = 810

Jadi output program diatas adalah 8

Untuk lebih mengerti silahkan download disini

Contoh Soal Olimpiade Komputer Pascal

April 11, 2010 11 komentar

Diberikan penggalan program berikut :

procedure jalan(n: integer);
begin
if n > 0 then begin
jalan(n div 5);
write(n mod 5 + 1);
end;
end;

Pada pemanggilan jalan(49) pada procedure di atas ini apa yang akan dicetaknya kemudian?

Pembahasan

perhatian dengan baik program tersebut, jika nilai n tersebut lebih besar dari nol maka statmen dibawahnya akan di jalankan. karena terdapat begin … end  di bawahnya jadi 2 statmen di antara begin .. end akan di jalankan.

begin
jalan(n div 5);
write(n mod 5 + 1);
end;

jalan(49) :
– jalan(9)
‐ jalan(1)
‐ jalan(0)
‐ write(2)
‐ write(5)
– write(5)

Jadi, yang akan tercetak adalah 255

untuk lebih memahami silahkan download disini

Penentuan Bilangan Awal Pangkat Banyak

untuk mampu dalam memecahakan masalah untuk soal mengetahui digit awal atau akhir, tentunya kita harus terbiasa dengan sifat-sifat bilangan pangkat!

berikut beberapa sifat pangkat :

a p x a q = a p+q

(a x b)p = a p x b p

a p : a q = a p-q

a 0 = 1

(a p) q = a pxq

a –p = 1 / a p

Contoh soal sebagai berikut

Jumlah dua digit pertama dari bilangan hasil perkalian

5 30003 x 8 10004 Adalah…

Pembahasan

Untuk memecahkan soal seperti diatas mencari digit pertama, kita harus sederhanakan bentuk pangkat tersebut agar menjadi bilangan tertentu di kaliakan 10 pangkat banyak.

lebih jelasnya mari kita sederhanakan :

5 30003 x 8 10004 =  5 30003 x (23) 10004

= 5 30003 x 23×10004

= 5 30003 x 230012

= 5 30003 x 230003 +9

= 5 30003 x 230003 x 29

= (5 x 2)30003 x 29

= 1030003 x 29

= 29 x 1030003

= 512 x 1030003

perlu di ingat berapapun 10 dipangkatkan dari 1 sampai n hasilnya nol ke n dibelakangnya

ex :

103 = 1000

jadi jumlah dua digit pertama adalah 5 + 1 = 6.

bisa di download disini

Jumlah dua digit pertama dari bilangan hasil perkalian 5 30003 x 8 10004 Adalah…

Diproteksi: Ebook Sukses Menghasilkan Puluhan Juta

Juli 21, 2009 Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini: